WANITA TANGGUH? TIDAK HARUS MENJADI TOMBOY LHO…!

 

Akhwat fillah…, sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Dia menjadikan manusia dari jenis laki-laki dan wanita berdasarkan hikmah dalam ilmunya.Semua yang ditakdirkan oleh-Nya adalah pas. Namun, seiring bergulirnya zaman, muncullah fenomena “aneh” yang seakan telah dianggap lumrah oleh masyarakat sekitar kita yaitu “Cewek Tomboy . Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata tomboy berarti sifat (tipe aktif) atau berarti juga sifat kelaki-lakian (untuk anak perempuan). Dari pengertian tersebut kita pahami bahwa “cewek tomboy” adalah wanita yang berpenampilan layaknya laki-laki, baik dalam segi berpakaian, cara berjalan, tatanan gaya rambut dan lain sebagainya.
Munculnya “cewek tomboy” yang marak pada saat ini bukan karena adanya faktor genetic
atau semacam penyakit, tetapi hal tersebut terbentuk karena sejumlah faktor eksternal. Salah satunya adalah faktor lingkungan, dimana terdapat banyak kaum Adam yang membuat ia bergaul dengan mereka. Sebagai contoh; di lingkungan keluarga dimana semua saudaranya adalah laki-laki. Tak heran jika pada akhirnya, pola pergaulan mereka akan didominasi oleh gaya cowok. Mulai dari cara berpakaian, cara bicara, sampai gaya nongkrongnya sekalipun akan berbanding terbalik dengan laiknya cewek.
Tak hanya itu, keluarga yang terlalu bebas dan tidak peka terhadap perkembangan anak perempuannya akan sangat berpengaruh. Mereka cenderung pasif mengarahkan terhadap sifat yang seharusnya dilakukan oleh anak perempuan.
Selain dari kedua faktor tersebut, bisa jadi “cewek tomboy” merupakan hasil bentukan dan didikan keluarga ataupun lingkungan kerja yang memandang bahwa jadi laki-laki itu lebih “oke” dan bergengsi. Sehingga muncullah indikasi sosok baru sebagai wanita yang tidak percaya diri akan kodrat sebagai seorang wanita. Dan pada titik klimaksnya, ia akan memilih bertingkah sebagai laki-laki.
Akhwat muslimah…! Janganlah sekali-kali kita merasa terhina hanya karena kodrat kita yang cenderung lemah lembut. Ketahuilah Akhwat…! Dengan kelembutan hati yang Allah karuniakan pada kaum perempuan, ia dapat memicu semangat suami, anak lelaki atau Ayahnya dalam bertempur. Dari rahimnyalah terlahir Juyusyullah (para tentara Allah) yang berjuang mengibarkan bendera Islam setingkat para sahabat dan tabi’in. Di tanganya pulalah terdidik pemimpin-pemimpin yang tangguh seperti para Khulafaur Rasyidin.
Menurut penulis, untuk menjadi seorang wanita tangguh dan perkasa tidak harus menjadi seorang laki-laki ataupun menyerupainya. Ada sebuah hadis au kama qola yang artinya; “Wanita adalah tiang Negara, apabila dalam sebuah Negara wanitanya baik, maka jayalah ia, namun apabila wanita di dalamnya buruk, maka hancurlah Negara itu.
Tanpa kita sadari, Allah SWT telah memberikan kepada para Muslimah, keperkasaan yang membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah bahkan pada saat semua orang sudah putus asa. Dan diberikan pulalah kepadanya kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, tanpa berkeluh kesah, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Maka tidak bisa kita pungkiri lagi, betapapun besar keinginan kita untuk menjadi atau bertingkah seperti laki-laki, naluri keibuan dan kelembutan hati kita tidak akan pernah hilang dari dalam diri kita. Dan itulah yang membuat kita mempunyai nilai plus dan bangga menjadi kaum Hawa.
Bagaiman? Masih kurang? Masihkah kita ingin disamakan bahkan menjadi laki-laki dengan bersikap sebagaimana mereka kaum Adam? Tidak Akhwat…! Janganlah pernah berniat untuk menyerupai ataupun bertindak seperti laki-laki, karena  sesungguhnya laknat Rasulullah atasnya. Sebagaimana sabda Nabi dalam riwayat Bukhori yang artinya “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki”. Nah, dari sini sudah jelas bahwa kita tidak boleh bersikap sebagaimana lelaki. Menjadi wanita yang tangguh dan perkasa tidak harus menjadi tomboy! Apalagi hanya ingin mengikuti tren “wanita tomboy” yang marak terjadi di era globalisasi.
Bagi Akhwat yang terlanjur tomboy, jangan khawatir di sini penulis juga akan memberikan tips-tips yang sesuai dengan anjuran Islam kepada kaum Hawa. Tips pertama; berbusanalah seperti halnya para Muslimah yang lain, sebab setomboy apapun kamu akan selalu diingatkan secara langsung atau tidak langsung akan jati diri kamu sebagai seorang wanita. Dan ketika itu, kamu tidak akan melakukan sesuatu diluar kodrat perempuan, seperti; berkelahi, main sepak bola ataupun balap motor dan lain sejenisnya.
Tips kedua: Bergaullah dengan sesama Muslimah, karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa lingkungan dan pergaulan merupakan faktor penting yang membentuk karakter seseorang.
Tips ketiga: Perbaikilah tutur kata dan tata krama kalian, karena sesungguhnya tata krama lebih tinggi daripada ilmu.
Ingatlah Akhwat Fillah...! Jadilah engkau seperti sayyidah Maryam yang dapat mendidik Isa a.s. di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau sayyidah Asiyah (istri fir'aun) yang dapat memupuk keimanan Musa a.s. di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Atau Masyitoh yang mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi kebenaran. Atau seperti sayyidah Khadijah, sayyidah Aisyah, Sayyidah Fatimah yang tangguh mengarungi hidup. Dengan mengingat mereka para Muslimah pejuang Islam, Insya Allah kita akan bangga menjadi para wanita dan tidak akan pernah menyesali akan kodrat kita sebagai para wanita. Sekali lagi, wanita tangguh tidak harus menjadi tomboy!
 Oleh: Anne Shofie