HUKUM TAWASUL DENGAN ROSULILLAH DAN ORANG-ORANG SHOLIH

1. Arti Tawassul
Tawassul adalah jalan atau sebab yang dijadikan oleh allah untuk menuju kepadanya

sebagaimana Allah SWT berfirman

( يا ايها الذي أمنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيله )

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan (wasilah ) yang mendekatkan diri kepadanya.

Kalau dilihat dari segi bahasa arab bahwa tawassul mempunyai beberapa arti di antaranya darojah ( kedudukan ), qurbah ( kedekatan ) wasilah ( penyampai atau penghubung ) sehingga di katakan:

( وسل فلان إلى الله وسيله إذا عمل عملا تقرب به إليه )

Artinya: Seseorang telah menjadikan sarana penghubung kepada Allah SWT melalui suatu perbuatan ketika melakukan perbuatan tersebut dapat mendekatkan diri kepadanya. (lisanul Arab Ibnu Mandhur asal dari kata wasilah)

2-Hukum Tawassul
Semua ulama bersepakat atas di perbolehkannya tawassul kepada Allah SWT melalui Amal sholeh seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya. Dasar hukumnya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam Kitab Shohehnya: ada tiga orang tertutup dalam suatu gua, kemudian salah satunya bertawassul kepada Allah SWT atas perlakuan baik kepada orang tuanya. Dan yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatan baiknya yaitu menjauhkan dirinya dari perbuatan maksiat setelah ia mampu untuk melakukannya. Adapun yang ketiga bertawassul dengan amanahnya di sa’at menjaga harta benda milik orang lain. Akhirnya Allah SWT mengabulkan dan membebaskan mereka dari bencana ini yang akhirnya gua tersebut
terbuka dengan sendirinya.

Sedangkan bertawasul dengan selain Amal Shaleh yaitu bertawassul dengan manusia. Sebenarnya itu bertawasul dengan amal baiknya orang tersebut sebab beliau seorang hamba yang di cintai oleh Allah SWT dan mempunyai kedudukan yang sangat mulia di hadapan Allah SWT. Artinya di sa’at kita bertawassul dengan Nabi Muhammad SAW atau para wali-wali Allah SWT itu tak lain karena mereka mempunyai kedudukan yang sangat mulia di hadapan Allah SWT.

3- KATAGORI TAWASSUL

Pembahasan Tawassul masuk dalam ketegori fiqih bukan aqidah bahkan Albani pemimpin kelompok wahabi yang mengingkari adanya tawassul juga mengkatagorikan masalah tersebut dalam kerangka masalah fiqih dan ini disebutkan dalam kitab At-Tawassul : Ahkumuhu Wa ‘Anwauh ,begitu juga dalam Muqaddimah kitab syarah Atthohawiyah.Dia menyatakan sesungguhnya tawasul bukanlah tergolong masalah aqidah. Begitu juga Ibnu Taimiyyah dalamkitab Iqtidhou syirotil Mustaqim.

Yang jelas Mayoritas Ulama tidak mempermaslahkan adanya Tawassul bahkan kalau kita kaji dari sisi sejara kebanyakan mereka melakukan Tawassul.

3- DALIL-DALIL TAWASSUL
1. Dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 64:

( ولو أنهم إذ ظلموا أنفسهم جاؤوك فا ستغفروا الله واستغفرلهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما )

Artinya: Disaat mereka mendholimi diri mereka ,merekapun datang kepadamu dan memintak ampun kepada Allah SWT dan rosulnya memintakkan ampunan buat mereka yang ahirnya mereka menemukan Allah SWT maha Penerima Thobat dan Maha pengampun.

Dalam ayat ini Ibnu Katsir menceritakan satu cerita yang datangnya dari utabi beliau berkata saya duduk di samping Makam Rasululah SAW lalu ada seorang baduwi(orang pedalaman) datang kemakan Rasulullah SAW seraya mengucapkan salam السلام عليكم يارسول الله kemudian berkata saya mendengar Allah SWT berfirman:

( ولو أنهم إذ ظلموا أنفسهم جاؤوك فا ستغفروا الله واستغفرلهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما )

Lalu sang baduwi tersebut meninggalkan makam Rasulullah. Akupun tertidur(kata Al utabi ) dan bermimpi ketemu Rasulullah dan memerintahkanku :

ألحق بالأعرابي فبشره أن الله قد غفرله

Artinya : kau temui A’roby dan beri kabar gembira bahwasannya Allah SWT telah mengampuni dosanya.

Cerita ini juga di sebutkan oleh Al-Qurtuby dalam tafsirnya, Imam Nawawi dalam Kitab Idloh, Imam Ibnu Qudaimah dalam kitab Al-Mughni, Abu Faroj bin Ibnu Qudaimah dalam Syarah Kabir, Syeh Mansyur Al-Bahuti Al-hambali dalam kitab Kasyful Qona’. Mereka semua menyebutkan cerita ini dan tidak menyatakan ini syirik, ini sebagai bentuk pengakuan mereka bahwa ceritaserta amalia ini benar.

2. Hadist yang diriwayatkan ‘Usman Bin Hanif

عن عثمان بن حنيف أن رجلا ضريرا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال ادع الله أن يعافني فقال إن شئت أخرت ذلك وهو خير وإن شئت دعوت قال فادعه قال فأمره أن يتوضأ فيحسن وضوءه ويصلي ركعتين ويدعو بهذا الدعاء فيقول اللهم إني أسألك وأتوجه

إليك بنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إني توجهت بك إلى ربي في حاجتي هذه فتقضى لي اللهم شفعه في وشفعني فيه هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه . (المستدرك على الصحيحين ج1/ص458ووافقه الذهبي ، وقال أبو اسحاق حديث صحيح)


Diriwayatkan melalui sahabat ‘Usman bin hanif ada seseorang yang sedang sakit datang ke baginda Nabi Muhammad SAW lalu berkata: Ya Rasulullah do’akan kami semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepadaku. Nabipun bersabda: seandainya kamu bersabar maka itu yang terbaik bagimu. Orang yang sakit berkata lagi: Do’akan kami. Dalam satu riwayat : ini sulit bagiku karena tidak ada yang menuntun kami.

Akhirnya Rasululah pun memerintahkannya berwudhu’ dan berdo’a dengan do’a: Ya Allah kami meminta dan menghadap kepadamu dengan lantaran nabi mu Muhammad SAW Nabi membawa kedamaian.

Wahai Muhammad sesungguhnya kami menghadap kepadamu sebagai wasilah kepada tuhanku untuk mengabulkan hajatku. Ya Allah berikan syafa’at baginda Nabi Muhammad kepadaku. ( hadist ini di riwayatkan oleh Hakim dll. dan beliaupun mengatakan hadist ini shoheh, Imam Dhahaby juga sepakat dengan keshohehan hadist ini. Imam Abu ishq berkata hadist ini shoheh).

3. Riwayat Imam Bukhory

عن أَنَسِ أَنَّ عُمَرَ بن الْخَطَّابِ رضي الله عنه كان إذا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بن عبد الْمُطَّلِبِ فقال اللهم إِنَّا كنا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قال فَيُسْقَوْنَ )صحيح البخاري ج1/ص342 (

Artinya: Diriwayatkan Anas Bin Malik bahwasannya: sayyidina Umar Bin Khattab RA di sa’at musim kemarau meminta hujan kepada allah lantaran Abbas RA paman Rasulillah dan berkata: Ya Allah sesungguhnya kami bertawassul kepadamu melalui Nabimu lalu engkau turunkan hujan dan sesungguhnya kami bertawassul dengan paman Nabi maka turunkanlah kepada kami hujan.

Akhirnya Allah menurunkan hujan( Imam Bukhory dalm Kitab Shohinya nomor hadist 1010(Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitab Fathul Bari memberikan komentar bahwasannya hadist ini merupakan bentuk pengakuan atas di perbolehkan tawassul dengan Nabi Muhammad dan selain NabiMuhammad yaitu para Sholihin dari Ahli Beit atau lainnya.

4. Diriwayatkan melalui Abu Said Al-Khudhori

عن أبي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قال قال رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم من خَرَجَ من بَيْتِهِ إلى الصَّلَاةِ فقال اللهم إني أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هذا فَإِنِّي لم أَخْرُجْ أَشَرًا ولا بَطَرًا ولا رِيَاءً ولا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فأسالك أَنْ

تُعِيذَنِي من النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لي ذُنُوبِي إنه لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلا أنت أَقْبَلَ الله عليه بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ له سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ) سنن ابن ماجه ج1/ص256، وقد حسنه جمع من الحفاظ منهم الحافظ ابن حجر في أمالي الأذكار ج 1 ص 72 . والحافظ العراقي في تخريج

أحاديث الإحياء ج 1 ص 291 والحافظ المنذري في الترغيب والترهيب ج 3 ص273(

Artinya :Diriwayatkan oleh Abi Sa’id Al-Khudhri RA: Rasulullah bersabda “barang siapa yang keluar dari rumahnya untuk melakukan shalat kemudian berkata Ya Allah sesungguhnya kami meminta kepadamu melalui orang yang meminta kepadamu dan juga kami meminta kepadamu melalui perjalanan ini sesungguhnya kami keluar bukan untuk melakukan kejelekan, kesombongan, riya’, atau pamer. Sedangkan kami keluar untuk menjahui amarahmu dan mencari ridhomu. Maka kami meminta kepadamu untuk menjagaku dari api neraka serta mengampuni dosa-dosa ku sebab tidak ada yang mengampuni dosa-dosa ku kecuali engkau. Akhirnya Allah SWT menerima tobatnya dan tujuh puluh ribu malaikat memintakan ampun kepada Allah SWT.

BERTAWASSUL DENGAN ORANG MATI
Sebelum mengomentari hukum tawassul dengan orang mati terlebih dahulu kita ketahui apakah orang yang mati itu hidup dalam makamnya dan mendengat suara kita.

Disa’at Rasululah SAW mensyari’atkan kepada umatnya agar mengucapkan salam kepada orang yang mati sa’at berziarah kubur sebenarnya ini sudah cukup kuat untuk di jadikan landasan bahwa orang mati itu masih hidup dalam alamnya dan mendengar salam kita. Banyak ayat-ayat al-Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah yang menjelaskan bahwa orang mati itu hidup dalam alamnya dan mendengar suara kita di antaranya:

1.Surat Alimron ayat 169

( ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله أمواتا بل أحياء عند ربهم يرزقون )


Artinya: jangan engkau menyangka orang yang meninggal di jalan Allah itu mati melainkan mereka hidup dihadapan Allah dan diberi rizqi
2. Surat Albaqoro ayat 153

( ولا تقولوا لمن يقتل في سبيل الله أموات بل أحياء ولكن لا تشعرون )

Artinya: jangan kau katakana bagi orang yang meninggal di jalan Allah itu mati melainkan mereka hidup hanya saja kau tidak merasakannya.
3. Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim

مررت بموسى ليلة أسري بي وهو قائم يصلي في قبره عند الكثيب الأحمر رواه مسلم رقم الحديث 6107

Artinya : Rosulullah Bersabda: saya berjumpa Musa AS pada malam isro yang mana saat itu Musa sedang Sholat dikuburannya yang terletak di tumpukan tanah merah.

4. Hadis Imam Bukhori Dlm shohinya.
Disaat selesai perang Badar Rosulillah memanggil satu persatu orang-orang kafir yang meninggal lalu Umar berkata : ya rosulullah jasad tampa Ruh tidak bisa berbicara seraya rosulullah menjawab Demi Allah sesunggunya engkau tidak mendengar apa yang aku katakan.

Hukum bertawassul dengan Orang Mati.
Berangkat dari masalah diatas bahwa orang yang mati itu hidup dalam alamnya dan mendengar perkataan orang yang masih hidup maka seseorang diperbolehkan bertawassul dengan mereka baik baginda Nabi Muhammad SAW atau orang sholeh.

Adapun Hadis- hadis husus yang menjelaskan masalah ini sebagai berikut:
1- Hadis yang diriwayatkan Malik Addar

عن مالك الداري وكان خازن عمر قال أصاب الناس قحط في زمن عمر فجاء رجل إلى قبر النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله استسق لامتك فإنهم قد هلكوا فأتى الرجل في المنام فقيل له ائت عمرفاقرئه السلام وأخبره بأنكم مستسقون وقل له عليك

اللكيس فأتى عمر فأخبره فبكى عمر ثم قال يارب لا آلو إلا ما عجزت ( أخرجه البخاري في تاريخه وقال الحافظ ابن حجر في فتح الباري اسناده صحيح وقال ابن كثير في البداية والنهاية : اسناده صحيح )

Diriwayatkan Malik Addar pemegang Gudang di zaman Umar RA beliau berkata : terjadi musim kemarau dizaman Umar Alkhottob RA lalu ada seorang laki-laki datang kemakam rosulullah dan berkata ya rosulallah,riwayat lain : ya Muhammad: turunkan hujan kepada umatmu karna mereka dalam kehancuran kemudian orang tersebut mimpi berjumpa Rosulallah dan beliau bersabda :

datanglah ke Umar dan sampaikan salamku serta beritahu kepadanya bahwa mereka akan
diturunkan hujan, katakan kepadanya engkau dalam keberhasilan, ahirnya orang tersebut datang ke sayyidina Umar RA dan memberitahu apa yang terjadi,umar Ra pun Menangis( ini diriwayatkan oleh Imam bukhori dikitab Tarikh.ibnu hajar dalam Kitab Fathul bari dan Ibnu kathir dalam kitab Bidayah Wannihaya mengatakan isnadnya hasan
2. Perintah S.Aisyah RA untuk melubangi atap makam Rosulillah SAW supaya tidak ada
penghalang antara makam dengan langit.ahirnya mereka melakukan perintah ini lalu Allah menurunkan hujan.( hadis ini diriwayatkan Imam Dharimi.

Kesimpulan
Tawassul dengan orang hidup atau mati merupakan amaliyah yang di perbolehkan Syara` bukanlah suatu yang Bid`ah apalagi masuk katagori syirik.

Add comment


Security code
Refresh